yang sesekali menyibak rasaku.

Terkadang, aku coba untuk berlalu
hanya untuk menjaga " sebuah hati "
Tapi jujur, aku masih belum mampu melepasmu,
terlebih,
ketika kusadar, bahwa asa baru ku telah pudar,
Semakin kukibaskan bayangmu, semakin hati ini membeku.
Dan bila kini, kau bertanya tentang rasaku :
Entahlah, yang kutau :
" Aku sangat menyanyangimu " dan sekuntum doa itu selalu ada buatmu.
Salam sayang, cinta dan rinduku buatmu sosok bagian hidupku.
tetap semangat ya
ReplyDelete^^
nice poem sahabat,,, bikin terharu
ReplyDeleteteruslah menulis lewat kejujuran hatimu,,:)
salam,
@seiri : hai sobat, thx's ya buat kunjungannya.
ReplyDeletehe he he, pastinya semangat! siap grakkk,moga seiri jg gthu.
@langit : mencoba menuang apa yg ada, apa yg kulihat jg kurasa, cieeee, he he he sekedar nulis aja sob.
Hati memang takkan pernah bisa berbohong dgn baik...
ReplyDeletejujur....tak bisa jauh
ReplyDeletesalam semangat ya...
Sekuntum doa itu..
ReplyDeletesemoga kelak menguntum hingga mekar ke langit
lalu menghujan dalam derai kebahagiaan
sista..apa kabar?
Wiihhh keren nih blognya yang punya juga cakep moga tambah sukses ya kedepannya, mari mengenal kesederhanaan dan keindahan pariwisata Lombok utara di http://7og4nk.blogspot.com
ReplyDelete@Lone Fighter : emmh, seperti itulah adanya, karena hati/ nurani ada untuk bisa melihat dan membedakan yang baik dan buruk bukan ?
ReplyDelete@Kang Eko : Hai Mas pakabarmu ??? makasih ya dah mo main kegubukku, kuterima salam semangat darimu, jabat erat silaturahmi dariku
@ Aku Ingin Pulang DI Kala Senja : amin, semoga Allah berkenan mengijabahi.
Alhamdullilah kabar baik Sist, gmn dgn mu ? Harapanku dirimu juga demikian adanya.
@Lombokguide : amin, semoga. Makasih ya dah mo singgah ke gubuk ku, sukses juga buatmu. Ntar aku main ke tempatmu.