Aku tak ingin menahan mu,
menghalau kepergian mu ataupun kedatangan mu....
Tapi jujur,
aku benar - benar takut,
kau terasa begitu dekat, teramat dekat
Dan sisi lain,
terlalu banyak hal yang belum kupersiapkan
untuk menerima hadir mu
Bersama detik waktu yang terus melaju ini,
Lirih kumunajatkan
" sebait pinta untukku, untuk hadir mu, juga untuk mereka bagian hidupku "
Agar aku tak lagi takut, bila engkau datang menjemput ku.
.
Berjalan kumenyusuri pantaimu, menjelang senja.
Di sanalah ku ukir hari - hari, bersama senjamu.
Coba tu' temukan pelabuhan, mencari sebuah kedamaian dalam senja di batas cakrawala.
Lirih kubisikkan diantara guratan warna perak berbatas cakrawala,
Aku ingin merengkuh warna MU, berbalut kasih, keindahan juga damai MU
Wednesday, June 8, 2011
Thursday, May 26, 2011
Kuluangkan sejenak untuk menghabiskan waktu pada senjaku kali ini,dengan mendengarkan alunan beberapa music kesukaanku.
Membiarkan jemari menelusur keyboard, melepas serentetan rasa yang kian meyesak dalam dada.
Pagi tadi, awal kumulai aktifitas hari ini, ada segumpal keenggan untuk beranjak pergi.
Entahlah,
ada sesuatu yang tak mampu kutahan, begitu sesak hingga membuatku limbung, bahkan hingga detik ini.
Ya Tuhan, bisikku…
Apa yang sebenarnya terjadi denganku ???
Kenapa aku kian tak mengenal diriku sendiri
Ya Rabb Sang Pemilik Jiwa,
Kumohon,
temani aku di sini, pada ruang yang tak lagi mampu kuraba.
Pegang jemariku lebih erat ya Rabb,
agar aku tak lagi jatuh
Kumohon,
Tundukkan hati, jiwa dan fikirku sebagaiman kau menundukkan siang dan malam
Bukalah nuraniku, untuk bisa menerima dengan ikhlas dan melihat apapun yang Kau beri, sebagai bentuk kasih sayang dan karunia MU.
Dan ajarkan aku untuk selalu bersyukur atas apapun itu.
Ya Rabb,
Bimbing aku untuk kembali pulang, menghapus peluh pada damai Mu
Membiarkan jemari menelusur keyboard, melepas serentetan rasa yang kian meyesak dalam dada.
Pagi tadi, awal kumulai aktifitas hari ini, ada segumpal keenggan untuk beranjak pergi.
Entahlah,
ada sesuatu yang tak mampu kutahan, begitu sesak hingga membuatku limbung, bahkan hingga detik ini.
Ya Tuhan, bisikku…
Apa yang sebenarnya terjadi denganku ???
Kenapa aku kian tak mengenal diriku sendiri
Ya Rabb Sang Pemilik Jiwa,
Kumohon,
temani aku di sini, pada ruang yang tak lagi mampu kuraba.
Pegang jemariku lebih erat ya Rabb,
agar aku tak lagi jatuh
Kumohon,
Tundukkan hati, jiwa dan fikirku sebagaiman kau menundukkan siang dan malam
Bukalah nuraniku, untuk bisa menerima dengan ikhlas dan melihat apapun yang Kau beri, sebagai bentuk kasih sayang dan karunia MU.
Dan ajarkan aku untuk selalu bersyukur atas apapun itu.
Ya Rabb,
Bimbing aku untuk kembali pulang, menghapus peluh pada damai Mu
Friday, May 6, 2011
all about u

Entah kenapa, ada banyak hal yang ingin kutulis tentangmu,
mungkin karena aku begitu merindukanmu,
atau mungkin karena diam mu yang kian membeku.....
Ku tau ini bukan pilihan yang kau mau,
kau hanya lakukan yang terbaik untukku,
Dan akan menjadi sesal ku,
bila kau tak tau akan kebenaran itu...
apa yang terucap kemarin,
hingga membekas beku dalam hatimu, sesungguhnya karena
ketakutan dan ketidaksiapanku bila harus melepas dan kehilanganmu
Bagaimana aku menyanyangi dan menempatkan mu,
kurasa engkau pun tau....
" Semua tentang mu ",
telah terpatri dalam hati ku,
terukir indah dalam ruang yang tak tersentuh .
Dan bila kini,
engkau memilih untuk " pergi bersama diam mu "
aku tak kan lagi menahanmu,
cukup kau tau bahwa " aku sangat kehilanganmu, dan aku akan selalu mengingatmu, di kedalaman birunya hatiku. "
Kusadari bahwa sesungguhnya,
" kau masih tetap ada bersama ku, dalam relung terdalam ku, dalam hari - hariku bersama doamu "
Thursday, May 5, 2011

Lekang perjalananku tanpamu,...
Beberapa musim kulalui, tetapi masih saja menyisakan “ rasa yang mengharu biru dalam kalbuku ”
Kuingat saat kau sampaikan padaku :
Aku harus pergi, lupakan aku !!!
aku terpaku dalam diam, menatap kepergianmu.
Diri mu,
seperti sebuah kisah yang tak berjeda,dalam sudut hati yang tak mampu ku eja.
Hmm,
Telah kucoba untuk tak mengingatmu,
tapi terkadang,
semua hadir menyapa tanpa mampu kutepis.
Dirimu yang begitu lembut, penuh kasih
yang selalu ada dalam setiap waktuku,
yang dengan setia menemaniku,
memberikan bahu kala kurapuh,
membuatku tertawa dengan lepasnya,
yang terkadang juga membuatku menangis terisak.
Dan hingga detik ini,
semua cerita tentangmu masih terbingkai indah dan tersimpan begitu rapi dalam kedalaman birunya hati.
Bersama semilir angin siang ini, kutitipkan sepenggal pesan ini buatmu :
Sayang,
Aku tak kan memintamu untuk kembali,
tapi jangan kau bersikap sedingin itu, dan jangan kau memintaku untuk melupakanmu,
Dan kelak, bila ku tak lagi ada
Ingat lah aku dalam hati dan doa mu.
Saturday, April 9, 2011
Mengenangmu,
Tak kutau bagaimana ku memulainya,
Kau hadir bersama semilir angin senja,
menawarkan tentang keindahan sebuah rasa.
Adamu meyakinkan ku bahwa cinta itu ada,
meskipun kau tak pernah menjelma nyata
Kau adalah semilir angin senja,
yang selalu mengisi ruang kosongku
menyibakkan sayap sayapku,
tuk terbang di cakrawala senja biru
Dan kini,....
Lembayung senjamu masih memanggut rinduku,
menyadarkan ku bahwa aku begitu menyanyangimu,
dan setengah jiwa ini telah terbang bersama kepergianmu
Kau hadir bersama semilir angin senja,
menawarkan tentang keindahan sebuah rasa.
Adamu meyakinkan ku bahwa cinta itu ada,
meskipun kau tak pernah menjelma nyata
Kau adalah semilir angin senja,
yang selalu mengisi ruang kosongku
menyibakkan sayap sayapku,
tuk terbang di cakrawala senja biru
Dan kini,....
Lembayung senjamu masih memanggut rinduku,
menyadarkan ku bahwa aku begitu menyanyangimu,
dan setengah jiwa ini telah terbang bersama kepergianmu
Monday, February 21, 2011
Menepikan hati pada penghujung senja kali ini,….
Kulukis bias senyum pada seraut bibir yang mulai enggan tuk bergeming,….
Kubiarkan semua cerita ini berlalu, seperti angin….
Sama seperti kepergianmu,....
Ketika aku tak mampu menggenggammu, perlahan rengkuhan jemarikupun mulai terlepas…. Dan engkau pun berlalu….
Sudahlah , kataku…
Berjalanlah, dan jangan tanya tentang hatiku.
Karena ini hanya sebuah rasa bukan ??
Rasa yang pernah begitu kuat menyusup dalam relungku,
rasa yang pada akhirnya membuatku terdiam dalam kebekuan.
* selepas kepergianmu, semua cerita itu kembali hadir, jujur ini bukan hal mudah untukku, kau tau bukan ? aku hanya seorang manusia biasa... Kata “ ikhlas ” itulah yang selalu kubenamkan dalam relung terdalamku,….*
Kulukis bias senyum pada seraut bibir yang mulai enggan tuk bergeming,….
Kubiarkan semua cerita ini berlalu, seperti angin….
Sama seperti kepergianmu,....
Ketika aku tak mampu menggenggammu, perlahan rengkuhan jemarikupun mulai terlepas…. Dan engkau pun berlalu….
Sudahlah , kataku…
Berjalanlah, dan jangan tanya tentang hatiku.
Karena ini hanya sebuah rasa bukan ??
Rasa yang pernah begitu kuat menyusup dalam relungku,
rasa yang pada akhirnya membuatku terdiam dalam kebekuan.
* selepas kepergianmu, semua cerita itu kembali hadir, jujur ini bukan hal mudah untukku, kau tau bukan ? aku hanya seorang manusia biasa... Kata “ ikhlas ” itulah yang selalu kubenamkan dalam relung terdalamku,….*
Monday, January 17, 2011
senja ku kali ini,
Kuputar sebuah alunan music, sebagai teman ku menjelang senja kali ini,
Hmmm...
Kuterdiam dalam bias ingatanku, dan mulai kurasakan bahwa aku merindukanmu.
Seperti apa ya kabarmu sekarang ? Masih kah kau mengingatku ?
Beberapa kali kumemutarnya, mengalun perlahan dan membiarkan anganku terbang menemuimu.
Begitu banyak cerita dalam alunan ini,...
Masih kuingat kala itu :
Ketika music ini mengalun, menemani seluncur cerita yang mengalir dari mu,
Kau ceritakan tentang perjalanan mu,
tentang mereka yang kau sayangi juga tentang kehilangan mu,
dan seperti biasa aku terdiam, membiarkan inderaku mengalun bersama mu....
Hmm,
begitu jelas kudengar gaung galau hatimu kala itu, bahwa dirimu begitu kehilangan mereka,
dan mungkin seperti itu juga lah yang kurasakan saat ini,
jujur saja, aku merasa kehilanganmu
terlebih ketika tiada sepatah kata kabar darimu.
Bersama alunan music ini lah, aku menyapamu dari sudut hati.
Hmmm...
Kuterdiam dalam bias ingatanku, dan mulai kurasakan bahwa aku merindukanmu.
Seperti apa ya kabarmu sekarang ? Masih kah kau mengingatku ?
Beberapa kali kumemutarnya, mengalun perlahan dan membiarkan anganku terbang menemuimu.
Begitu banyak cerita dalam alunan ini,...
Masih kuingat kala itu :
Ketika music ini mengalun, menemani seluncur cerita yang mengalir dari mu,
Kau ceritakan tentang perjalanan mu,
tentang mereka yang kau sayangi juga tentang kehilangan mu,
dan seperti biasa aku terdiam, membiarkan inderaku mengalun bersama mu....
Hmm,
begitu jelas kudengar gaung galau hatimu kala itu, bahwa dirimu begitu kehilangan mereka,
dan mungkin seperti itu juga lah yang kurasakan saat ini,
jujur saja, aku merasa kehilanganmu
terlebih ketika tiada sepatah kata kabar darimu.
Bersama alunan music ini lah, aku menyapamu dari sudut hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)