Tak kulihat ceria dari kemarin,
hanya keengganan dan geliat kegelisaan yang menemani benggongku.
Kemana pergimu semangat ??
Moment spt ini ni, yang paling kubenci, ngehuleng ngak jelas, Stagnan.
Kerjaan jadi ngak aturan, fikiran kacau, perasaan nano nano, badan makin ngak jelas,
aaarrggggh.
Semangat, semangat… ayooo kembali lah,
Please,…
temani aku, untuk bisa berjalan dengan senyum mu.
dampingi aku untuk bisa merenda waktu yang kan segera berlalu.
Semangat segeralah kembali.
Ayooo S E M A N G A T !!!!
.
Berjalan kumenyusuri pantaimu, menjelang senja.
Di sanalah ku ukir hari - hari, bersama senjamu.
Coba tu' temukan pelabuhan, mencari sebuah kedamaian dalam senja di batas cakrawala.
Lirih kubisikkan diantara guratan warna perak berbatas cakrawala,
Aku ingin merengkuh warna MU, berbalut kasih, keindahan juga damai MU
Friday, August 20, 2010
Wednesday, August 18, 2010
aliran sungai Mu,

Saat ini aku masih berdiri di sini,
berjalan mengikuti aliran sungai Mu.
Menikmati setiap detik yang akan segera berlalu, dan tak akan pernah kembali.
Yaaa,
mungkin seperti itulah kehidupan, kehidupan ku juga kehidupan mu maupun yang lain
“ Semua mengalir seperti air, dan tak akan pernah kembali dalam kondisi yang sama. ”
Terdiam aku merasakan sejukmu,
kala kubasuh diri ini dalam dingin air mu.
Makin kuterpukau,
saat diri ini bermain dalam “ bening warna dan lembut mu .”
“ Figur yang sederhana, tapi begitu berkarakter, penuh dengan kesejukan, lembut, tenang, dan selalu mengalir dengan pastinya .”
Meski tak pernah mampu aku menyentuhnya penuh,
tapi slalu kurasakan keberadaan dan semua kebaikan mu.
Tak sadar, hari telah mulai senja,
Kilau mentari yang menggurat dalam bening mu, telah mulai beringsut
Dalam sapaan perak keemasaan di batas cakrawala,
aku pun tersenyum dalam damai Mu.
Terima kasih atas :
“ Waktu, kesempatan, pembelajaran dan pemahaman atas warna dalam aliran sungai Mu bersamanya .”
Inilah satu dari sekian anugera terindah dari Mu.
Tuesday, August 10, 2010
Di Penghujung bulan Sya’ban, menjelang senja.
Tiba tiba rasaku begitu kuat menyeruak…
Diantara panas udara yang kian menyekam dalam ruang ku,
menambah sesak nafasku.
Satu per satu wajah kalian melintas,
“ Aku merindukan kalian ”
Aku rindu dengan kebersamaan “ saat bersama kalian ”
Gelak tawa, canda juga isak tangis kala itu, mengaung jelas dalam ingatan ku
Hmm, terdiam ku di sudut ruang ini,
Mencoba, menepis selosong rasaku.
“ Rinduku buat kalian yg kusayang.”
Kutitipkan bersama angin Mu.
Seperti apa ya mereka semua saat ini ???
Tiba tiba rasaku begitu kuat menyeruak…
Diantara panas udara yang kian menyekam dalam ruang ku,
menambah sesak nafasku.
Satu per satu wajah kalian melintas,
“ Aku merindukan kalian ”
Aku rindu dengan kebersamaan “ saat bersama kalian ”
Gelak tawa, canda juga isak tangis kala itu, mengaung jelas dalam ingatan ku
Hmm, terdiam ku di sudut ruang ini,
Mencoba, menepis selosong rasaku.
“ Rinduku buat kalian yg kusayang.”
Kutitipkan bersama angin Mu.
Seperti apa ya mereka semua saat ini ???
Wednesday, August 4, 2010
Perjalanan,

" Rentan waktu perjalannanku bersamanya ",
Diantara gontai langkah kakiku, dalam sepi juga kesendirianku,
Kau hadir menyapa, terkadang aku begitu rindu dengan sapaan itu, juga panggilan kesayangngan itu.
Sosokmu yang lembut, hangat juga teduh,
Dirimu yang selalu hadirkan senyum dalam hari hariku.
Begitu senang aku berlama di dekatmu,
ada damai dalam sorot matamu yang dalam.
Entah, seperti apa aku menempatkanmu, yang kutau begitu besar sayang ini buat diri mu.
Diantara lekang waktu ini,
pijakan lembutmu masih dapat kurasakan menapaki kuat relung terdalamku,
Jujur " terkadang aku takut kehilanganmu " walau kutau, ku tak berhak atas dirimu.
Diantara takut, dan sayangku
Kucoba tu' gapai asaku,
Warna baru yang coba kurengkuh,
karena kusadar, cepat atau lambat dirimu tetap akan berlalu dariku.
Dan saat ini,
di sudut ruang ini, juga dalam batas waktu yang menipis
kulihat asa baruku, telah menjadi pendaran warna yang tak mampu kurengkuh, gontai itu kembali menyeruak, tapi biarlah ini kupendam dalam rasaku
Siang ini, dalam tundukku, lirih berhembus bersama angin
Tuhan,
Terima kasih, Kau hadirkan dia dalam perjalanan ini.
Hanya atas izin MU, kau perkenankan dirinya menemaniku,
membelajarkan ku dengan banyak warna,
Maaf bila aku pernah menginginkannya, juga mengaguminya.
Tuhan, Kau tau seperti apa aku menyanyanginya, " jagalah dia Ya Rabb ",
dan biarlah ini menjadi warnaku bersamanya.
Buat mu, sosok cintaku :
" Kutitipkan sebagian warna ini padamu ", cukup ini menjadi cerita ku bersamamu.
Dan lirih kubisikkan bersama awan, " begitu besar sayang juga doa ini buatmu "
Monday, August 2, 2010
Luruh
Seiring laju kendaraan bus malam Jogja - Sby,
Mata ini tak kunjung terpejam, mengikuti laju hati yang terus bergerak tiada arah.
Sesekali kulayangkan pandangan pada langit malam MU, meski sedikit sesak tapi ada damai yang kurasa.
Hmmm,kenapa langkah ini terasa kian memberat ???
Kucoba semampuku,
tapi ketika kulihat ini hanyalah " sebuah harapan semu " tak ada pilihan,
selain kembali berpijak pada sebuah realita !!
Realita : " kenyataan tak seperti harapan "
Asa yang coba ku bingkai, harus luruh seketika.
Dan kembali ku tersadar, aku salah karena masuk dalam " ranah itu "
Buliran pasir dalam genggaman itu, harus kulepas kembali.
buatmu, sosok yg ada di seberang timur sana
Mata ini tak kunjung terpejam, mengikuti laju hati yang terus bergerak tiada arah.
Sesekali kulayangkan pandangan pada langit malam MU, meski sedikit sesak tapi ada damai yang kurasa.
Hmmm,kenapa langkah ini terasa kian memberat ???
Kucoba semampuku,
tapi ketika kulihat ini hanyalah " sebuah harapan semu " tak ada pilihan,
selain kembali berpijak pada sebuah realita !!
Realita : " kenyataan tak seperti harapan "
Asa yang coba ku bingkai, harus luruh seketika.
Dan kembali ku tersadar, aku salah karena masuk dalam " ranah itu "
Buliran pasir dalam genggaman itu, harus kulepas kembali.
buatmu, sosok yg ada di seberang timur sana
Monday, July 19, 2010
Kuikuti Alur Nya,

Entah kemana kaki ini kan berhenti berpijak,
kucoba berjalan mengikuti alur Nya, dan kubawa mau ku seperti mau mu.
Benar apa yang kalian sampaikan :
Aku seperti kapal tanpa nahkota,
berlayar tanpa arah dan tujuan,
terombang ambing dalam hembusan angin dan riak gelombang laut,
dan tak pernah siap terhempas .
Ku coba mengikuti kepakan mu, terbang dengan bebasnya,
berkelana dengan arah dan tujuan yang pasti,
Tapi, aku tak sesempurna mu….
Dan kini, sayapku mulai patah, aku tak sekuat yang dulu.
Dalam tundukku , aku hanya bisa berkata lirih “ aku letih.”
Tapi aku, akan tetap berusaha berjalan, mengikuti Alur Mu.
Wednesday, June 9, 2010
Blue Deep 2,
Telah kucoba, untuk memejamkan mata dan
berhenti dari semua hiruk pikuk ini.
Ketika kulihat senja sore ini,
bayangmu begitu jelas menyapa,
kucoba untuk menepisnya.
Tapi sosokmu begitu jelas melintas,
sosok yang begitu kusyaang juga kukagumi,
dirimu yang teduh, dirimu yang lembut juga penuh kehangatan
Jujur,.......
semua ini mengingatkanku
bahwa dulu kau pernah ada di sampingku, begitu dekatnya.
Kau yang selalu menemaniku berjalan menyisir pantai,
membingkai warna juga senyum dalam hari – hariku,
berjalan menikmati setiap guratan warna yang ada di sana.
Hmmm,
semua begitu lekat dalam ingatanku,
pijakan lembutmupun masih dapat kurasakan,
begitu eratnya kau pernah menuntun juga mendekapku,
kala ku mulai tak tau arah langkah ini.
Dirimu, adalah satu anugerah yang pernah kuterima dalam ranah perjalanan ini.
Hmm,

begitu besarnya sayangku padamu, dan baru kutersadar
ketika kulihat hamparan lautan lepas ini,…
kutersentak ketika kusadari diriku berdiri seorang diri, dalam kedalaman birunya laut, dan setengah jiwaku telah pergi bersamamu.
Dan kini...
Semua telah berlalu, satu persatu pergi dengan caranya masing – masing.
Dan aku masih terpekur seorang diri,coba untuk berjalan tanpamu dan menepis takutku..
Buatmu,
sosok yang pernah menempati relung terdalamku,
yang pernah ada dalam ranah perjalanan ini.
Begitu besar sayangku padamu,
dan seiring kepergian yang lain akupun harus melepasmu,
sama seperti keinginanmu.
Walau jujur kuingin kau ada di sini menemaniku melewati semua,
juga menepis raguku sampai tiba waktu itu.
Tapi inilah realita, dan aku harus berjalan tanpamu juga yang lain.
Terima kasih buat semua warna yang pernah kau toreh dalam hari hariku.
Salam sayang buatmu.
berhenti dari semua hiruk pikuk ini.
Ketika kulihat senja sore ini,
bayangmu begitu jelas menyapa,
kucoba untuk menepisnya.
Tapi sosokmu begitu jelas melintas,
sosok yang begitu kusyaang juga kukagumi,
dirimu yang teduh, dirimu yang lembut juga penuh kehangatan
Jujur,.......
semua ini mengingatkanku
bahwa dulu kau pernah ada di sampingku, begitu dekatnya.
Kau yang selalu menemaniku berjalan menyisir pantai,
membingkai warna juga senyum dalam hari – hariku,
berjalan menikmati setiap guratan warna yang ada di sana.
Hmmm,
semua begitu lekat dalam ingatanku,
pijakan lembutmupun masih dapat kurasakan,
begitu eratnya kau pernah menuntun juga mendekapku,
kala ku mulai tak tau arah langkah ini.
Dirimu, adalah satu anugerah yang pernah kuterima dalam ranah perjalanan ini.
Hmm,

begitu besarnya sayangku padamu, dan baru kutersadar
ketika kulihat hamparan lautan lepas ini,…
kutersentak ketika kusadari diriku berdiri seorang diri, dalam kedalaman birunya laut, dan setengah jiwaku telah pergi bersamamu.
Dan kini...
Semua telah berlalu, satu persatu pergi dengan caranya masing – masing.
Dan aku masih terpekur seorang diri,coba untuk berjalan tanpamu dan menepis takutku..
Buatmu,
sosok yang pernah menempati relung terdalamku,
yang pernah ada dalam ranah perjalanan ini.
Begitu besar sayangku padamu,
dan seiring kepergian yang lain akupun harus melepasmu,
sama seperti keinginanmu.
Walau jujur kuingin kau ada di sini menemaniku melewati semua,
juga menepis raguku sampai tiba waktu itu.
Tapi inilah realita, dan aku harus berjalan tanpamu juga yang lain.
Terima kasih buat semua warna yang pernah kau toreh dalam hari hariku.
Salam sayang buatmu.
Subscribe to:
Posts (Atom)